
Rachmat Irianto mengambil keputusan krusial untuk menjaga karir sepak bolanya dalam jangka panjang. Gelandang sekaligus bek andalan Persebaya Surabaya ini memilih menjalani tindakan operasi pada lutut kanannya.
Pemain yang akrab disapa Rian ini sebenarnya sudah dinyatakan pulih dari cedera ligamen anterior cruciatum atau ACL yang dialaminya bersama tim sebelumnya pada akhir musim lalu. Ia sebelumnya menjalani operasi dan program rehabilitasi dengan hasil yang cukup memuaskan.
Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO atau yang biasa disapa dr. Tommy, menjelaskan bahwa tindakan operasi ini bukan tanpa pertimbangan matang. Tim medis telah melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh sebelum akhirnya memutuskan langkah tersebut sebagai solusi terbaik.
“Secara umum, cedera yang dialami Rachmat Irianto di lutut kanan adalah cyclops lesion. Kondisi ini merupakan komplikasi yang cukup jarang terjadi setelah tindakan rekonstruksi ACL,” ujarnya seperti dikutip Nismedia.id dari laman resmi persebaya.id.
Menurut penjelasan dokter yang kembali bergabung dengan Persebaya pada pertengahan musim ini, kondisi tersebut muncul meskipun proses penyembuhan awal berjalan sesuai harapan. Rian bahkan sempat tampil dalam beberapa pertandingan dan memberikan kontribusi berarti bagi tim.
“Rian sebelumnya mengalami cedera ACL saat masih bersama tim sebelumnya pada akhir musim lalu, sudah menjalani operasi dan proses rehabilitasi dengan baik,” tambahnya.
Pemain berusia 26 tahun itu memang telah kembali berlatih dan bertanding bersama skuad Persebaya Surabaya. Namun gejala yang muncul membuat tim medis harus mengambil keputusan tegas.
Selama proses pemulihan, tim medis tetap menerapkan standar internasional yang dikombinasikan dengan pendekatan berbasis ilmu olahraga. Setiap tahapan selalu disesuaikan dengan kondisi fisik Rian secara individual.
“Secara protokol tidak ada program yang benar-benar khusus karena kami mengikuti standar rehabilitasi yang sudah ada. Namun kami tetap melakukan pendekatan sport science dengan pemeriksaan menyeluruh, terutama terkait kekuatan otot paha dan betis,” jelasnya.
Tujuan utama dari seluruh upaya ini bukan hanya agar Rian bisa kembali membela Bajol Ijo. Tetapi memastikan kondisinya lebih kuat dari sebelumnya. Tim medis akan terus memantau setiap perkembangan dan melakukan pengukuran berkala untuk melihat kemajuan yang dicapai.
“Hasil pemeriksaan itu akan menjadi acuan. Setelah proses rehabilitasi selesai, kami akan melakukan pengukuran kembali untuk membandingkan kondisinya sebelum operasi. Targetnya jelas, kami ingin Rian kembali dalam kondisi lebih kuat dari sebelumnya,” imbuhnya.
Keputusan untuk melakukan operasi juga telah melalui diskusi panjang dan melibatkan berbagai pihak di Persebaya Surabaya. Mulai dari tim medis, manajemen, hingga staf pelatih sepakat bahwa langkah ini adalah yang paling tepat dilakukan saat ini.
“Syukurnya Rian masih sempat memberikan kontribusi saat menghadapi Persita dan Persija. Setelah melalui diskusi antara tim medis, manajemen, dan pelatih akhirnya diputuskan operasi dilakukan sekarang sebelum kompetisi berakhir,” tutupnya.














Tinggalkan komentar