Rapor ‘Gila’ 2025 Janice Tjen: 6 Gelar ITF, 1 WTA 125, Puncaknya Juara WTA 250

Rapor 'Gila' 2025 Janice Tjen: 6 Gelar ITF, 1 WTA 125, Puncaknya Juara WTA 250
Foto Pertandingan Janice Tjen, Sumber Gambar: Pepperdine Athletics
Promo Allegiant

Nismedia.id - Sejarah baru telah ditorehkan oleh petenis asal Indonesia, Janice Tjen. Puncaknya, ia berhasil merebut gelar juara tunggal turnamen WTA 250 Chennai Open 2025.

Ini adalah pencapaian tertinggi dalam kariernya dan momen bersejarah bagi tenis Tanah Air.

Dalam laporan skor.id (8/11/2025), pada partai puncak di SDAT Stadium, Chennai, India, Minggu (2/11/2025) lalu, Janice Tjen tampil dominan. Ia berhasil mengalahkan wakil Australia, Kimberly Birrel, dalam dua set langsung dengan skor 6-4, 6-3.

Gelar ini secara resmi mengakhiri puasa gelar tunggal putri WTA bagi Indonesia selama 23 tahun. Kemenangan ini menjadikan Janice “juara tunggal putri WTA pertama asal Indonesia sejak Angelique Widjaja di Thailand Open 2002,” lapor skor.id.

Musim ‘Gila’ 2025: Statistik di Balik Peringkat 53 Dunia

Kemenangan di Chennai adalah puncak dari “tahun gila” Janice Tjen. Seperti diulas sports.sindonews.com (8/11/2025), petenis berusia 23 tahun ini melesat dari peringkat 500-an dunia ke posisi 53 besar WTA hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Lesatan prestasi ini bukan kebetulan. Skor.id merinci bahwa sejak awal 2025, Janice tampil luar biasa dominan di berbagai level:

  • ITF Circuit: Merengkuh 6 gelar juara tunggal (dari 9 final) dan 4 gelar ganda.
  • WTA 125 (Challenger): Membawa pulang gelar tunggal di Jinan Open 2025 dan gelar ganda di Suzhou (bersama Aldila Sutjiadi).
  • WTA 250: Sebelum juara tunggal di Chennai, ia sudah mencicipi gelar WTA 250 di nomor ganda (di Guangzhou Open 2025).

Kemenangan di Chennai ini juga menjadi penebusan. Bulan September lalu, ia nyaris juara di Sao Paulo Open 2025. Kekalahan di final itu diakuinya sebagai pengalaman paling berat.

“Saya sangat bahagia bisa menang kali ini, karena kekalahan sebelumnya benar-benar membuat hati saya hancur,” ujar Janice, dikutip dari sports.sindonews.com.

Kisah di Balik Kemenangan: “Tenis Itu Mahal”

Di balik lonjakan prestasinya, Janice Tjen menyimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Lahir dari keluarga sederhana, ia sempat menghadapi kendala biaya dalam meniti karier profesional.

“Tenis itu olahraga mahal,” tutur Janice kepada sports.sindonews.com.

Besarnya biaya membuat keluarganya memutuskan agar Janice menempuh jalur tenis universitas di Amerika Serikat. Ia sempat memperkuat Universitas Oregon sebelum pindah ke Pepperdine University untuk mengasah kemampuannya.

“Untungnya ada jalur kuliah di AS yang memberi saya kesempatan untuk tetap berkembang dan menyiapkan diri menjadi profesional,” jelasnya.

Kini, dengan peringkat dunia yang menanjak dan gelar WTA 250 di tangan, Janice Tjen hadir sebagai harapan baru, membuktikan bahwa kerja keras dan jalur yang berbeda mampu membuka jalan menembus batas yang dulu tampak mustahil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *