Resmi Gagal Ke Piala Dunia 2026, Serie A Diminta Tiru Aturan Liga Indonesia

Redaksi NIS Media

2 April 2026

2
menit
Resmi Gagal Ke Piala Dunia 2026, Serie A Diminta Tiru Aturan Liga Indonesia
Potret pelatih FIGC dan Pelatih Timnas Italia. (laman: bolasport.com)
Promo Siap Allegiant

Kegagalan Timnas Italia menembus Piala Dunia 2026 memicu amarah besar dari publik Negeri Pizza. Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, kini terus didesak mundur dari posisinya usai gagal membawa negaranya lolos dalam tiga edisi beruntun.

Tekanan tajam tak hanya menyasar kursi petinggi federasi, namun juga perombakan sistem kompetisi domestik. Publik dan tokoh sepak bola mendesak agar Serie A berani menerapkan aturan pemain lokal, sebuah regulasi yang nyatanya mirip dengan sistem di Liga Indonesia.

Tuntutan Revolusi FIGC Dan Serie A

Kondisi krisis talenta lokal ini membuat Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, angkat bicara dengan tegas. Ia menyoroti urgensi perombakan sistem yang selaras dengan desakan perbaikan liga, seperti fakta yang dikutip nismedia.id dari Bolasport.com.

“Sangat jelas bahwa sepak bola Italia butuh dibangun ulang dari bawah ke atas dan itu dimulai dari perubahan di puncak FIGC,” ucap Abodi.

“Begitu ada perubahan di pucuk pimpinan FIGC, kita bisa mencari solusi untuk memastikan jumlah pemain Italia yang berada di atas lapangan dapat digaransi.”

Inspirasi Dari Sistem Liga Indonesia

Desakan untuk memberikan garansi menit bermain bagi talenta muda ini mengingatkan pada regulasi di kancah sepak bola Tanah Air. Liga Indonesia mewajibkan setiap klub untuk menjadikan minimal satu pemain U-23 sebagai starter selama setidaknya 45 menit pertama.

Ketiadaan sistem perlindungan pemain lokal ini memicu kekhawatiran tokoh sepak bola, termasuk pelatih legendaris, Fabio Capello, yang juga menyoroti lambannya pertanggungjawaban federasi terkait nasib Gli Azzurri.

“Tidak ada yang mengundurkan diri sampai sekarang dan hal itulah yang paling mengkhawatirkan,” keluh Capello.

“Orang pertama yang harus bertanggung jawab adalah Presiden Federasi beserta seluruh manajemen organisasi.”

Tinggalkan komentar

Berita Terkait