
Klub Bundesliga, Union Berlin, resmi menunjuk Marie-Louise Eta (Eta) sebagai pelatih interim hingga akhir musim 2025-2026. Keputusan ini mencatatkan sejarah sebagai pelatih kepala perempuan pertama dalam kompetisi kasta tertinggi Jerman tersebut.
Eta ditunjuk menggantikan Steffen Baumgart yang didepak manajemen akibat rentetan hasil buruk pada paruh kedua musim. Pengangkatan juru taktik berusia 34 tahun ini diumumkan secara resmi pada Minggu (12/4/2026).
Misi Penyelamatan Marie-Louise Eta
Tugas berat kini menanti Eta untuk mengangkat performa tim yang merosot tajam setelah jeda musim dingin. Saat ini, Union Berlin hanya terpaut tujuh poin dari zona play-off degradasi setelah takluk dari tim juru kunci, Heidenheim, dikutip nismedia.id dari AFP.
“Saya sangat senang klub mempercayakan saya tugas yang menantang ini,” ujar Eta.
Direktur Olahraga Union Berlin, Horst Held, menegaskan bahwa perubahan di kursi pelatih diperlukan untuk membalikkan keadaan. Held menilai tim sangat membutuhkan poin demi menjaga posisi di kasta tertinggi.
“Situasi kami masih berbahaya dan kami sangat membutuhkan poin untuk bertahan di liga,” tutur Held.
Rekam Jejak Gemilang Marie-Louise Eta
Sebelum menjabat pelatih kepala, Eta merupakan asisten pelatih perempuan pertama di Bundesliga. Ia memiliki latar belakang kuat sebagai mantan pemain berprestasi yang pernah menjuarai kompetisi bergengsi.
Berikut adalah daftar prestasi mentereng yang diraih Eta saat aktif sebagai pemain:
- Juara Liga Champions Putri (2010).
- Tiga kali juara Bundesliga putri.
- Koleksi trofi bersama Turbine Potsdam.
Langkah Union Berlin ini menjadi tonggak baru bagi pelatih perempuan di sepak bola putra Eropa. Selain Eta, terdapat beberapa nama pelatih putri yang pernah menangani tim putra di liga berbeda:
- Sabrina Wittmann (Ingolstadt FC – kasta ketiga Jerman).
- Corinne Diacre (Clermont – kasta kedua Perancis).














Tinggalkan komentar