Senegal Juara Piala Afrika 2025 Usai Kalahkan Maroko Lewat Gol Pape Gueye

Redaksi NIS Media

19 Januari 2026

2
menit
Senegal Juara Piala Afrika 2025 Usai Kalahkan Maroko Lewat Gol Pape Gueye
Momen perayaan juara oleh Timnas Senegal. (laman: reuters.com)
Promo Siap Allegiant

Senegal Juara Piala Afrika 2025 setelah menaklukkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0. Pertandingan puncak ini berlangsung sangat sengit di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, pada Senin dini hari WIB. Kemenangan dramatis tersebut diraih melalui perjuangan keras hingga babak perpanjangan waktu.

Gol tunggal Pape Gueye menjadi penentu keberhasilan Senegal Juara Piala Afrika 2025 kali ini. Maroko sebenarnya memiliki peluang emas melalui titik putih namun gagal memanfaatkannya dengan baik di akhir babak kedua. Hasil ini sekaligus mengulangi kesuksesan tim berjuluk Singa Teranga tersebut seperti pada edisi 2021 lalu.

Drama Penalti Dan Kegagalan Eksekusi Brahim Diaz

Pertandingan berjalan sangat ketat sejak menit awal dengan kedua tim saling melancarkan serangan berbahaya ke jantung pertahanan lawan. Drama memuncak di pengujung babak kedua saat wasit menunjuk titik putih untuk tuan rumah setelah melakukan pengecekan Video Assistant Referee. Namun, Brahim Diaz yang maju sebagai eksekutor gagal mencetak gol karena tendangannya berhasil ditangkap oleh Edouard Mendy.

Sebagaimana dikutip nismedia.id dari Kompas.com, kegagalan penalti tersebut membuat laga harus dilanjutkan ke babak extra time karena skor tetap imbang tanpa gol. Senegal akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-94 lewat aksi individu Pape Gueye yang menawan. Ia berhasil mengelabui barisan pertahanan Maroko sebelum melepaskan tembakan yang mengoyak jala gawang Yassine Bounou.

Senegal Pertahankan Dominasi Dan Maroko Perpanjang Puasa Gelar

Kemenangan ini membuat Senegal meraih gelar keduanya di turnamen paling bergengsi di benua Afrika tersebut. Mereka sukses merusak pesta tuan rumah yang sangat berambisi mengakhiri penantian gelar juara selama lima dekade. Maroko harus menerima kenyataan pahit gagal mengangkat trofi di depan pendukungnya sendiri meski tampil dominan di sepanjang laga.

Sepanjang sisa babak perpanjangan waktu, tim asuhan Walid Regragui terus menggempur pertahanan lawan secara habis-habisan untuk menyamakan kedudukan. Peluang dari Youssef En-Nesyri dan Brahim Diaz masih belum mampu menembus tembok kokoh yang digalang oleh Edouard Mendy. Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan satu gol tetap bertahan dan memastikan trofi kembali pulang ke Dakar.

Tinggalkan komentar

Berita Terkait