
Klub Liga Belanda, NAC Breda, resmi mengambil jalur hukum untuk melawan Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB). Langkah pengadilan singkat (kort geding) ini diambil menyusul sengketa administrasi paspor pemain.
NAC Breda menolak hasil kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles dan meminta tanding ulang. Mereka menuntut keadilan terkait status Dean James yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) demi berjuang maksimal untuk skuad Merah Putih.
Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia
Sengketa yang dikenal dengan sebutan pasportgate ini mempermasalahkan status James sebagai pemain non-Uni Eropa. Pihak NAC Breda menilai ada aspek regulasi kompetisi yang dilanggar oleh tim lawan. Informasi terkait polemik domestik ini dikutip nismedia.id dari Bola.com.
Pemain naturalisasi Timnas Indonesia dinarasikan harus memiliki izin tinggal baru pasca melepas paspor Belanda. Mereka juga wajib memenuhi standar gaji minimal di Belanda sebesar 608 ribu euro atau setara Rp12,1 miliar.
Investigasi Jaksa Independen KNVB
Jaksa independen sepak bola profesional KNVB sebelumnya telah merampungkan investigasi mendalam terkait masalah ini. Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran berat yang mengharuskan adanya sanksi pembatalan laga.
Keputusan otoritas kompetisi untuk menutup kasus ini tentu menjadi kelegaan besar bagi Go Ahead Eagles. Pihak klub pun langsung merilis keterangan resmi terkait status kelayakan penggawanya.
“Jaksa penuntut umum independen untuk sepak bola profesional KNVB telah menyelesaikan penyelidikan terkait kelayakan pemain Go Ahead Eagles, Dean James,” tulis pernyataan resmi Go Ahead Eagles.
Status Kelayakan Dean James
Berdasarkan informasi dari instansi terkait, sang pemain memang dikonfirmasi telah beralih status kewarganegaraan. Namun, KNVB tetap memutuskan untuk mempertahankan hasil kemenangan 6-0 milik Go Ahead Eagles.
“Dapat disimpulkan bahwa pemain tersebut secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda dengan memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada Maret 2025, sehingga ia tidak lagi memenuhi syarat untuk bermain sejak Maret 2025 sesuai dengan peraturan,” lanjut pernyataan tersebut.














Tinggalkan komentar