
Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, secara terbuka mendukung Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, untuk maju bursa pemilihan Presiden FIFA menggantikan Gianni Infantino. Desakan pergantian ini mencuat setelah Infantino menghadapi gelombang kritik atas kebijakan komersialisasi turnamen.
Gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Infantino kian meluas hingga memicu desakan mundur dari UEFA. Situasi tersebut dinilai Blatter sebagai momentum tepat untuk melakukan reformasi total di tubuh organisasi sepak bola tertinggi dunia.
Sepp Blatter Dorong Lise Klaveness Jadi Presiden FIFA
Langkah Blatter memberikan dukungan kepada figur perempuan tersebut mendapat sambutan hangat dari publik. Seperti dikutip nismedia.id dari Bola.com, Blatter menilai mantan pemain Timnas Norwegia itu memiliki keberanian dalam menyuarakan kebenaran.
“Lise Klaveness layak mendapat penghormatan setinggi-tingginya. Dia adalah satu-satunya sosok yang selalu mengambil sikap tegas dan tidak mengikuti arus utama. Di FIFA, sekarang adalah waktu yang tepat bagi seorang perempuan untuk memimpin,” ujar Blatter.
Pernyataan tegas Blatter tersebut mendapat dukungan luas dari para penggemar sepak bola di berbagai platform media sosial. Banyak pihak menilai Klaveness sebagai sosok ideal yang dibutuhkan organisasi saat ini.
Dukungan Jurnalis Senior Dan Sosok Berintegritas
Dukungan terhadap Klaveness tidak hanya datang dari Blatter, tetapi juga dari jurnalis senior Inggris, Henry Winter. Winter menilai Klaveness memiliki integritas moral tinggi yang konsisten menentang berbagai kebijakan kontroversial pengurus lama.
Sikap kritis Klaveness terhadap penggunaan anggaran yang berlebihan menjadi nilai tambah utama di mata publik. Keberaniannya menyuarakan transparansi dinilai mampu mengembalikan kredibilitas organisasi.
Jika berhasil menduduki jabatan tertinggi tersebut, Klaveness akan mencetak sejarah baru sebagai perempuan pertama yang memimpin federasi sepak bola dunia. Kepemimpinannya diharapkan mampu membawa era baru yang lebih bersih dan transparan.














Tinggalkan komentar