Timnas Iran Terpaksa Meninggalkan AS Usai Lawan Selandia Baru, Kapan Bisa Kembali?

Timnas Iran Terpaksa Meninggalkan AS Usai Lawan Selandia Baru, Kapan Bisa Kembali?
Potret Timnas Iran yang harus meninggalkan AS tahan imbang Selandia Baru (Instagram: @iran_football_federation)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Timnas Iran menghadapi situasi yang tidak biasa dan memberatkan saat mengikuti ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Berbeda dengan tim peserta lain yang bisa bermalam di kota tempat pertandingan berlangsung, tim ini mendapatkan aturan khusus. 

Setiap kali selesai bertanding, Timnas Iran diwajibkan segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat. Tim nasional hanya diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat (AS) sesaat sebelum jadwal pertandingan berikutnya dimulai yaitu 22 Juni mendatang.

Ketentuan ini langsung berdampak pada persiapan dan kondisi fisik para pemain. Perjalanan bolak-balik lintas batas negara jelas memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pelatih serta manajemen tim menjelang lanjutan kompetisi.

Kondisi ini mulai terungkap setelah pertandingan pembuka yang berlangsung sengit. Iran berhasil mencatatkan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Inglewood, California, pada Senin malam. Meskipun berhasil mengamankan satu poin, suasana di dalam tim tidak sepenuhnya tenang pasca pertandingan berakhir.

Dikutip Nismedia.id dari akun Twitter @romain.molina, Timnas Iran harus meninggalkan Amerika Serikat setelah hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru mulai pukul 08.00 WIB di SoFi Stadium, Inglewood.

“Iran terpaksa segera meninggalkan tanah Amerika setelah hasil imbangnya melawan Selandia Baru. Seharusnya Iran menginap di Los Angeles dan berangkat kembali pada siang hari setelah sesi pemulihan ringan,” tulisnya dalam thread terbarunya.

Aturan ketat itu langsung diberlakukan kepada tim Iran. Melansir laporan CBC, pelatih kepala Timnas Iran, Amir Ghalenoei menyatakan bahwa timnya diperintahkan untuk segera meninggalkan AS. Mereka harus kembali ke markas latihan di Meksiko hanya beberapa jam setelah pertandingan usai.

Ghalenoei tidak menyebutkan secara rinci pihak mana yang mengeluarkan perintah tersebut. Ia hanya menyampaikan harapannya agar tim bisa bermalam di wilayah California untuk memaksimalkan proses pemulihan yang normal. Menurutnya, waktu istirahat yang cukup sangat menentukan performa fisik dan mental pemain.

“Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk pulih. Setelah pertandingan hari ini.  mereka mengatakan, ‘Kalian harus segera pergi’. Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu pemulihan, tetapi kami diminta naik pesawat dan kembali ke camp di Tijuana. Kami benar-benar terganggu,” ujar Ghalenoei.

Kendala ini datang di tengah gejolak yang telah melingkupi tim sejak ajang dimulai. Situasi memanas setelah AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Ketegangan politik ini turut memengaruhi kelancaran persiapan dan keikutsertaan tim di ajang bergengsi tersebut.

Sebelumnya, Iran sempat mengajukan permohonan resmi kepada FIFA untuk memindahkan lokasi tiga pertandingan babak penyisihan grupnya dari wilayah Amerika Serikat. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh pihak penyelenggara tertinggi sepak bola dunia.

Saat ini, tim Iran harus menyesuaikan diri dengan jadwal perjalanan yang melelahkan demi mengikuti sisa kompetisi. Semua pihak berharap kondisi ini tidak semakin menurunkan performa tim dalam pertandingan-pertandingan mendatang. Keberhasilan melewati babak penyisihan nantinya akan menjadi bukti kekuatan mental yang sesungguhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *