
Nismedia.id - Isu mengenai transfer Tijjani Reijnders kian memanas setelah salah satu klub kaya raya asal Liga Arab Saudi mengajukan penawaran dengan nilai fantastis. Manchester City berpeluang meraih keuntungan finansial yang besar jika mengizinkan gelandang berkebangsaan Belanda tersebut berpindah klub pada bursa transfer kali ini.
Pemain berusia 28 tahun tersebut mendadak dikaitkan dengan pintu keluar dari kompetisi Premier League meski baru bergabung pada musim panas 2025. Pergeseran peran di dalam skuad utama membuat masa depannya di Inggris menjadi tanda tanya besar.
Tawaran Fantastis Arab Saudi Dan Nilai Transfer Tijjani Reijnders
Klub kontestan Liga Arab Saudi dilaporkan telah menyodorkan dana segar mencapai 60 juta euro atau setara dengan 51,2 juta poundsterling untuk mengamankan jasa sang pemain. Angka tersebut melampaui nilai pembelian saat Manchester City memboyongnya dari klub Liga Italia, AC Milan, seharga 46,5 juta poundsterling.
Tawaran berlipat ganda itu kabarnya mulai meluluhkan sikap manajemen klub yang melihat potensi keuntungan besar dari penjualan sang pemain. Proses negosiasi antara kedua belah pihak disebut telah memasuki tahap akhir dan berpeluang rampung dalam waktu dekat, sebagaimana dikutip nismedia.id dari BolaSport.com.
Potensi kepindahan ini terbilang cukup mengejutkan mengingat performa awal sang pemain sempat menjanjikan di lini tengah. Namun, dinamika kompetisi yang tinggi membuat posisinya tergeser hingga lebih sering memulai pertandingan dari bangku bench.
Perubahan Taktik Enzo Maresca Dan Jejak Kakak Pilar Merah Putih
Manajer Manchester City, Enzo Maresca, dikabarkan mulai meragukan kesesuaian profil sang gelandang dengan skema permainan yang diterapkannya. Ketidakcocokan taktis tersebut berimbas pada tergerusnya menit bermain sang pemain dalam beberapa laga krusial terakhir.
Padahal, sosok yang merupakan kakak kandung dari pilar pembela panji Merah Putih dan penggawa Persib Bandung, Eliano Reijnders, ini dibekali kemampuan fisik yang mumpuni. Ia dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan daya jelajah tinggi serta memiliki visi menyerang yang tajam.
Keputusan berkarir di kawasan Asia pada usia 28 tahun tentu memicu beragam reaksi dari pengamat sepak bola internasional. Meski iming-iming finansial dari Saudi Pro League sangat menggiurkan, melangkah keluar dari panggung utama kompetisi Eropa dinilai sebagian pihak sebagai langkah yang terlalu dini bagi pemain di puncak masa emasnya.






