
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan pentingnya ajang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Gelaran ini dinilai menjadi instrumen strategis untuk memperkuat posisi tanah air sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia.
Pemerintah terus memberikan dukungan penuh agar kompetisi balap motor edisi kelima ini berjalan sukses secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak citra bangsa sekaligus memperkuat nation branding di kancah internasional.
Dampak Ekonomi Nyata MotoGP Indonesia 2026
Penyelenggaraan ajang internasional ini terbukti memberikan efek ganda yang sangat besar bagi perekonomian nasional. Perputaran uang di daerah bahkan mampu menyerap ratusan pelaku usaha lokal.
Dikutip nismedia.id dari Kompas.com, catatan kesuksesan tahun sebelumnya menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat. Ratusan ribu penonton diprediksi akan memadati sirkuit pada edisi Oktober mendatang.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia bukan sekadar olahraga,” kata Thohir melansir dari Antara.
Pengembangan Ekosistem Otomotif Dan Talenta Lokal
Selain mendongkrak sektor pariwisata, agenda besar ini menjadi rujukan utama untuk memperluas ekosistem motorsport. Program ini juga diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Kehadiran kompetisi akbar tersebut diharapkan memicu lahirnya pembalap muda berbakat yang mampu mengharumkan nama bangsa. Penggawa Merah Putih dituntut berjuang maksimal agar bisa bersaing di pentas dunia seperti Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
“Pertumbuhan penonton sudah terbukti, dampak ekonomi sudah terbukti, menciptakan talenta juga sudah terbukti,” terang Thohir.
Berikut data pencapaian ekonomi dari edisi tahun sebelumnya:
- Total Penonton: 140.324 Orang
- Dampak Ekonomi Nasional: Rp4,96 Triliun
- Penyerapan Mitra Usaha: Lebih dari 600 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
- Lapangan Kerja Baru: 3.000 Tenaga Kerja Lokal














Tinggalkan komentar