
Kabar mengejutkan datang dari gelaran Piala Dunia 2026 setelah penyerang Elye Wahi ditolak masuk Kanada karena terjerat hukum. Kasus dugaan match-fixing yang menimpanya di Eropa menjadi penyebab utama kegagalan sang pemain memperkuat negaranya.
Pemain andalan Timnas Pantai Gading tersebut kini harus absen dalam pertandingan krusial fase grup mendatang. Keputusan tegas otoritas setempat membuat kekuatan lini depan skuad dipastikan pincang.
Kronologi Kasus Dugaan Pengaturan Skor
Penyelidikan internal saat ini sedang berjalan intensif oleh pihak kepolisian terkait aksi mencurigakan di kompetisi domestik. Penyerang klub Nice tersebut diduga sengaja mengincar kartu kuning dalam laga melawan Metz pada Mei lalu.
Pihak berwenang sempat mengamankan pemain berusia 23 tahun itu untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai keterlibatannya. Ia disinyalir memiliki hubungan erat dengan sindikat mafia taruhan internasional.
Meskipun sempat diizinkan tampil di Amerika Serikat pada laga perdana, situasi berbeda terjadi di negara tetangga. Dikutip nismedia.id dari detikcom, regulasi hukum yang berlaku di wilayah perbatasan utara tersebut jauh lebih mengikat.
Alasan Utama Elye Wahi Ditolak Masuk Kanada
Kebijakan keamanan yang diterapkan oleh pemerintah setempat memang dikenal sangat tidak memberikan toleransi bagi pelanggar hukum. Kasus dugaan kriminalitas jenis apa pun akan langsung memicu penolakan visa kunjungan secara otomatis.
Sebelum peristiwa ini, kebijakan serupa juga pernah menimpa gelandang Ghana bernama Thomas Partey. Pemain bintang itu dilarang melintasi batas negara karena masih tersangkut kasus dugaan pemerkosaan yang belum selesai.
Kehilangan pilar penting tentu menjadi kerugian besar bagi Pantai Gading yang akan bersua Jerman di Toronto. Tim pelatih kini harus segera memutar otak demi mencari alternatif pengganti di lini serang.














Tinggalkan komentar