
Pelatih Kanada, Jesse Marsch mengungkapkan keheranannya atas sikap yang ditunjukkan oleh pemain Timnas Qatar di usai rekannya mendapatkan kartu merah. Reaksinya disebut tidak wajar mengingat dampak serius dari pelanggaran yang baru saja dilakukan.
Kartu merah itu bermula ketika terjadi insiden tekel keras yang menyebabkan cedera berat pada Ismael Kone. Akibat peristiwa itu, Madibo langsung mendapatkan teguran tegas dari wasit.
Meskipun demikian, Jesse Marsch menyatakan dirinya tidak menyimpan dendam terhadap pemain yang melakukan pelanggaran tersebut. Ia mengakui bahwa Madibo telah menunjukkan sikap yang bertanggung jawab seusai pertandingan berakhir.
Dikutip Nismedia.id dari media DAZN, Marsch menjelaskan secara rinci proses penyelesaian secara kekeluargaan yang telah berlangsung. Sikap jujur dan kesediaan meminta maaf menunjukkan niat tulus sang pemain.
“Si pemain Madibo telah meminta maaf kepada Ismael, datang ke ruang ganti dan meminta maaf, dan Ismael memberi tahu kami bahwa permintaan maaf itu sudah dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dari peristiwa itu ia melihat adanya ketidaksengajaan dalam tindakan yang dilakukan. Jesse Marsch malah malah menyoroti pemain lawan lainnya yang tidak terima atas kartu merah tersebut.
“Jadi saya pikir dia tak bermaksud melakukan tekel mengerikan macam itu, jadi saya tak menyalahkan dia. Namun saya tidak mengerti reaksi dari seluruh pemain cadangan mereka yang mencoba memulai perkelahian,” tegas Marsch.
Pelatih Kanada tersebut merasa keputusan wasit sangat jelas mengingat dampak yang ditimbulkan oleh pelanggaran tersebut menyebabkan Ismael Kone mengalami cedera serius.
“Padahal pelanggaran jelas baru saja terjadi yang menyebabkan kaki seorang pemain patah, itu perilaku yang aneh,” tambahnya menyampaikan keterkejutannya.
Selain membahas insiden di lapangan, Marsch juga menyentuh soal persiapan timnya menjelang pertandingan selanjutnya. Salah satu pertanyaan yang paling banyak dilontarkan adalah siapa yang akan dipasangkan sebagai penyerang utama bersama Jonathan David.
Pada laga sebelumnya dalam laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026, Tani Oluwaseyi menjadi pilihan awal, sedangkan Cyle Larin masuk sebagai pemain pengganti dan berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Performa Larin yang cukup mengesankan pun memicu harapan publik agar ia dipercaya tampil sejak menit awal pertandingan kedua. Ia hanya mengakui merasa beruntung memiliki banyak pilihan berkualitas di lini serang timnya.
“Kami memiliki banyak striker yang sangat atletis, tetapi mereka semua memiliki kualitas yang berbeda, yang menurut saya sangat bagus bagi saya sebagai manajer untuk memiliki senjata-senjata seperti ini,” jelasnya.














Tinggalkan komentar