
Nismedia.id - Posisi puncak klasemen Liga Inggris saat ini masih dikuasai oleh tim asuhan Mikel Arteta meski rentan tergusur. Penurunan performa sejak awal tahun baru membuat posisi Arsenal dalam kejaran Man City yang terus memangkas jarak poin secara perlahan. Keunggulan poin yang sebelumnya cukup jauh kini semakin menipis memasuki paruh kedua musim kompetisi.
Skuad Meriam London sempat menikmati keunggulan hingga tujuh angka atas rival terdekatnya pada periode November dan Januari lalu. Namun, tren negatif di beberapa pertandingan krusial menempatkan Arsenal dalam kejaran Man City yang siap mengambil alih singgasana juara kapan saja. Situasi ini membuat persaingan memperebutkan gelar takhta tertinggi sepak bola Inggris menjadi sangat menegangkan.
Penurunan Performa Sejak Awal Tahun
Catatan statistik menunjukkan perubahan drastis pada konsistensi tim pemuncak klasemen sejak memasuki bulan Januari tahun ini. Dari delapan laga terakhir di ajang domestik, mereka hanya mampu mengumpulkan tiga belas poin dari total dua puluh empat poin maksimal. Rata-rata perolehan angka yang diraih merosot tajam menjadi hanya 1,62 poin per pertandingan.
Tren negatif ini sangat kontras jika dibandingkan dengan pencapaian impresif mereka pada putaran pertama sebelum pergantian tahun. Tim ibu kota ini bahkan telah kehilangan tujuh poin penting meski sudah dalam posisi unggul saat bertanding di lapangan, dikutip nismedia.id dari Kompas.com. Hanya tim Crystal Palace dan West Ham United yang memiliki rekor kehilangan poin lebih banyak dalam periode yang sama.
Ancaman Nyata Menuju Gelar Juara
Skuad asuhan Pep Guardiola kini hanya tertinggal lima angka dan masih memiliki keuntungan tabungan satu pertandingan tunda. Jika sukses memenangi laga simpanan tersebut, selisih poin kedua kandidat juara ini akan tersisa dua angka saja. Pertemuan krusial kedua tim di Stadion Etihad pertengahan April nanti diprediksi akan menjadi penentu.
Dalam skenario perburuan takhta saat ini, kedua tim sama-sama memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri. Meriam London akan otomatis menjadi kampiun jika mampu menyapu bersih seluruh kemenangan di sisa kompetisi musim ini. Hal serupa juga berlaku bagi sang rival jika berhasil memenangi semua laga tersisa.
Respons Mikel Arteta Jelang Derbi London
Tekanan yang semakin berat ini datang tepat sebelum mereka harus menghadapi jadwal padat melawan Tottenham Hotspur dan Chelsea. Dua laga bertajuk derby ibu kota tersebut menjadi ujian krusial bagi ketahanan mental seluruh pemain di atas lapangan. Pelatih Mikel Arteta menyadari betul situasi sulit timnya dan menerima berbagai kritikan publik.
Juru taktik asal Spanyol tersebut tidak menampik bahwa performa anak asuhnya belakangan ini jauh dari standar yang diharapkan. “Anda harus menerima semua opini yang muncul di dagu,” kata Arteta kepada media BBC. Ia menegaskan timnya siap menerima semua peluru kritikan karena memang tidak bermain pada level semestinya.






