
Nismedia.id - Presiden FIFA, Gianni Infantino secara resmi mengumumkan pembatalan rencana penjualan sebagian aset terkait Piala Dunia kepada pihak investor. Keputusan ini diambil setelah rencana tersebut mendapatkan penolakan dari beberapa konfederasi.
Rencana yang sempat disusun tersebut bertujuan untuk memperluas sumber pendanaan serta meningkatkan nilai komersial dari Piala Dunia. Namun seiring berjalannya waktu, muncul berbagai pertanyaan dampak jangka panjang dari langkah tersebut.
Gianni Infantino resmi membatalkan proposal kepada perusahaan investasi berbasis di New York yang didirikan Joshua Kushner, adik laki-laki dari menantu Donald Trump. Dimana sebelumnya dirinya mengusulkan pemisahan bisnis komersial FIFA dalam anak perusahaan.
“Proposal tersebut tidak akan dilanjutkan setelah mendengarkan dengan seksama semua pandangan. Proyek ini telah menciptakan perpecahan, tidak sesuai dengan tujuan awal,” katanya dikutip Nismedia.id dari Media ESPN.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Gianni Infantino dalam pengumuman yang disampaikan kepada publik. Kalimat tersebut menjadi penegasan sekaligus penjelasan resmi mengapa rencana ambisius yang sempat digagas itu akhirnya ditarik kembali.
Keputusan ini pun menjadi sinyal bahwa FIFA tetap memprioritaskan persatuan dan kesepakatan bersama di antara berbagai pemangku kepentingan sepak bola dunia. Keseimbangan antara kepentingan komersial dan nilai-nilai dasar sepak bola tetap dijaga oleh pimpinan FIFA.
Gianni Infantino juga menegaskan bahwa FIFA tetap berkomitmen memajukan sepak bola di seluruh penjuru dunia tanpa terkecuali. Segala upaya peningkatan pendapatan dan pengelolaan aset akan tetap dilakukan namun dengan cara yang lebih menyatukan dan tidak memisahkan.






