Tur Lionel Messi di India: Peresmian Patung Berakhir Chaos hingga Momen Bersama Atlet Kebanggaan

Tur Lionel Messi di India: Peresmian Patung Berakhir Chaos hingga Momen Bersama Atlet Kebanggaan
Potret Messi bersama Atlet India (Instagram: @sachintendulkar)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Lionel Messi melaksanakan tur ke India selama tiga hari sejak Sabtu 13 Desember. Agenda sang megabintang meliputi upacara peresmian patung setinggi 70 kaki di Kolkata hingga pertemuan dengan “Dewa Kriket” sekaligus atlet kebanggaan India, Sachin Tendulkar. Sayangnya, momen peresmian patung di Stadion Salt Lake tersebut justru berakhir chaos.

Dalam GOAT India tur 2025, Messi menyempatkan waktu untuk bertemu para atlet kebanggaan India seperti Sachin Tendulkar, Sunil Chhentri, dan selebriti India lain di Stadion Wankhedee selama satu jam. Messi memberikan jersey Argentina miliknya kepada legenda sepak bola India, Sunil Chhetri dan politisi India, Fadnavis. Sementara Sachin Tendulkar mendapatkan tanda tangan sang superstars di jersey kriket miliknya.

Sekedar informasi, sebelumnya Messi mendapatkan momen kurang mengenakkan dengan amukan fans saat menghadiri upacara peresmian patungnya yang setinggi 21 meter. Kericuhan peresmian patung Messi di Stadion Salt Lake, Kolkata ini disebabkan kekecewaan ribuan fans karena tidak bisa melihat sang superstars secara langsung. Apalagi para fans telah membayar mahal tiket untuk menyaksikan sang legenda.

Tiket peresmian patung 21 meter ini dijual dengan harga 12.00 Rupee atau sekitar Rp2,1 juta. Dengan membeli tiket semahal itu, ternyata para fans tidak bisa menyaksikan Messi langsung karena terhalang oleh petugas keamanan dan penonton VIP. Kekecewaan ini menjadi momen memalukan di mata internasional saat mengundang legenda sepak bola di India untuk meresmikan patung Messi setinggi 70 kaki. Apalagi patung itu diklaim sebagai patung pesepak bola terbesar di dunia.

Namun problem patung Lionel Messi itu bukan satu-satunya. Sebelumnya, patung setinggi 21 meter itu sempat dikritik karena visualnya yang tidak mirip dengan kapten Timnas Argentina. Seorang penonton mengeluhkan situasi ini ke kantor berita Asian News International karena hanya para tokoh penting yang mengelilingi Messi seperti pejabat dan aktor.

“Hanya para pejabat dan aktor yang mengelilingi Messi! lalu, untuk apa mereka memanggil kami ke sini? padahal kami membayar tiket mahal tapi tidak bisa melihat wajahnya,” keluh seorang penggemar kepada kantor berita ANI.

Karena tidak kondusif, panitia terpaksa memangkas waktu penampilan Lionel Messi menjadi 20 menit dan membatalkan rencana Messi berkeliling lapangan untuk menyapa penggemar.  Mengetahui pembatalan sapaan tersebut membuat para penggemar semakin marah kepada panitia penyelenggara. Ribuan penggemar yang datang merusak fasilitas dengan mencabut kursi stadion kemudian melemparnya ke lapangan. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang nekat melewati pagar pembatas untuk masuk lapangan.

Melihat situasi yang semakin chaos, panitia penyelenggara dengan sigap mengevakuasi Messi dan rombongan termasuk Lionel Messi didampingi oleh Luis Suarez, dan Rodrigo De Paul dari lapangan. Beruntungnya tidak ada laporan cedera serius dalam proses evakuasi tersebut yang dikutip Nismedia.id dari Instagram @rahulgandhi

Menteri Utama Bengal Barat, Mamata Banerjee, menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada sang legenda sepak bola atas kekacauan peresmian patung Messi dan mengaku syok atas buruknya manajemen acara.

“Saya sangat terganggu dan terkejut dengan kesalahan manajemen yang terjadi hari ini di Stadion Salt Lake. Saya dengan tulus meminta maaf kepada Lionel Messi serta semua pecinta olahraga dan penggemarnya,” tulisnya.

Sementara Federasi Sepak Bola India menilai kejadian tersebut sebagai insiden hinaan bagi persepak bolaan India. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam perencanaan acara mulai dari penjadwalan hingga pengelolaan acara sepenuhnya dikelola oleh agensi public relations (PR). Kini, publik menunggu hasil penyelidikan komite dan berharap insiden serupa tidak terulang lagi dalam acara sepak bola berskala besar di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *